Religious site · Phra Nakhon

Wat Suthat

4.5 · 1,200 ulasan
Wat SuthatPEAK99 · Wikimedia Commons · CC BY-SA 4.0
Cek tiket & tur Situs resmi

Beberapa tautan pemesanan adalah tautan afiliasi. Jika kamu memesan melaluinya, kami mungkin mendapat sedikit komisi tanpa biaya tambahan untukmu. Ini tidak pernah memengaruhi tempat yang kami rekomendasikan.

Wat Suthat Thepwararam, yang biasa disebut Wat Suthat, adalah salah satu kuil tertua dan terpenting di Bangkok, terletak di distrik Phra Nakhon. Dibangun pada awal abad ke-19 pada masa pemerintahan Raja Rama I, kuil ini menampilkan patung Buddha batu pasir merah raksasa, Phra Sri Sakayamuni, yang tingginya lebih dari 8 meter dan berasal dari Sukhothai. Aula utama (ubosot) terkenal dengan mural indahnya yang menggambarkan adegan kehidupan Buddha dan cerita rakyat Thailand, dilukis oleh seniman master periode Rattanakosin. Di luar, Ayunan Raksasa (Sao Ching Cha) yang ikonik berdiri sebagai simbol Bangkok, dulunya digunakan dalam upacara Brahmana. Kompleks kuil juga mencakup halaman yang tenang dengan banyak patung Buddha dan menara lonceng. Pengunjung terkesan dengan suasana damai meskipun lokasinya di pusat kota, menjadikannya tempat yang wajib dikunjungi bagi mereka yang tertarik dengan seni dan sejarah Thailand.

Jangan lewatkan

  • Kagumi patung Buddha Phra Sri Sakayamuni setinggi 8 meter dari Sukhothai
  • Pelajari mural detail di dalam aula utama yang menggambarkan kosmologi Buddha
  • Foto Ayunan Raksasa yang ikonik di pintu masuk kuil
  • Berjalan melalui serambi yang dipenuhi banyak patung Buddha
  • Dengarkan lonceng kuno kuil yang dibunyikan saat upacara

Tiket & tur

Cara mengunjungi Wat Suthat

Anda bisa berkunjung sendiri (Masuk berbayar, cek situs resmi untuk biaya terkini. Warga Thailand mungkin masuk gratis atau dengan tarif lebih murah). Tur menambahkan transportasi dan pemandu, atau menggabungkan tempat wisata terdekat dalam satu hari.

Cocok untuk

BusinessCouplesSolo travelFamilyFriends getaway

Penilaian wisatawan

5 bintang
612
4 bintang
468
3 bintang
105
2 bintang
10
1 bintang
5

Getting there

Perlu tahu sebelum berangkat

  • Berpakaian sopan: tutup bahu dan lutut. Sarung sering tersedia untuk disewa di pintu masuk.
  • Lepas alas kaki sebelum memasuki aula utama dan bangunan suci lainnya.
  • Fotografi diperbolehkan di sebagian besar area, tetapi hindari menggunakan flash di dekat mural.
  • Bawa uang tunai untuk biaya masuk dan sumbangan; kartu kredit tidak diterima.

Sekilas sejarah

Pembangunan Wat Suthat dimulai pada tahun 1807 di bawah Raja Rama I dan selesai oleh Raja Rama III pada tahun 1847. Ayunan Raksasa awalnya digunakan untuk upacara menghormati dewa Hindu Siwa, tetapi ritual tersebut dihentikan pada tahun 1930-an.

Pertanyaan umum

Untuk apa Ayunan Raksasa digunakan?

Ayunan digunakan dalam upacara Brahmana di mana peserta berayun untuk mengambil kantong emas. Ritual tersebut dilarang karena kecelakaan, tetapi ayunannya tetap menjadi landmark.

Apakah ada aturan berpakaian?

Ya, pengunjung harus menutup bahu dan lutut. Jika lupa, Anda bisa meminjam atau menyewa sarung di pintu masuk.

Berapa biaya masuknya?

Biaya masuk terjangkau untuk turis asing (sekitar 100 THB) dan gratis untuk warga Thailand. Cek situs resmi untuk informasi terbaru.

Bolehkah saya mengambil foto di dalam?

Ya, fotografi diperbolehkan, tetapi tanpa flash di dalam aula utama untuk melindungi mural. Tripod mungkin memerlukan izin.

Bagaimana cara ke sana dengan transportasi umum?

Naik MRT Jalur Biru ke stasiun Sam Yot, keluar dari pintu 1, lalu jalan kaki sekitar 10 menit. Alternatifnya, naik bus atau taksi.

Apakah Wat Suthat layak dikunjungi?

Tentu. Ini adalah salah satu kuil terindah di Bangkok dengan seni dan sejarah unik, serta lebih sepi daripada Wat Phra Kaew.

Objek wisata lain di Bangkok

Sedang merencanakan liburan ke Bangkok? Lihat rekomendasi kuliner, objek wisata lainnya, atau susun itinerary Bangkok.